TB Pleura: Penyakit Tuberkulosis yang Menyerang Selaput Paru

TB Pleura: Penyakit Tuberkulosis yang Menyerang Selaput Paru

 

Pengertian Tuberkulosis Pleura

TB Pleura atau Tuberkulosis Pleura adalah salah satu bentuk tuberkulosis ekstraparu, yaitu infeksi Mycobacterium tuberculosis yang terjadi di luar jaringan paru, tepatnya pada pleura — selaput tipis yang melapisi paru-paru dan dinding dalam rongga dada.
Penyakit ini termasuk bentuk TB ekstraparu yang paling sering ditemukan, terutama pada orang dewasa muda, serta sering menjadi komplikasi dari TB paru yang aktif.

Penyebab TB Pleura

Penyebab utama TB Pleura adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis, sama seperti TB paru.
Infeksi biasanya terjadi ketika:

  1. Bakteri dari paru-paru menyebar ke pleura melalui aliran darah atau getah bening.
  2. Pecahnya fokus infeksi kecil (tuberkel) di jaringan paru yang menempel di pleura, sehingga kuman dan antigen masuk ke ruang pleura.
  3. Reaksi imun tubuh terhadap antigen bakteri menyebabkan peradangan pleura dan penumpukan cairan pleura (efusi pleura).


Patogenesis (Mekanisme Terjadinya TB Pleura)

Setelah kuman mencapai pleura, tubuh akan bereaksi dengan respon imun tipe hipersensitivitas. Akibatnya:

  • Terjadi peradangan pada pleura.
  • Pembuluh darah di pleura menjadi lebih permeabel.
  • Cairan yang kaya protein dan sel limfosit keluar ke rongga pleura, menyebabkan efusi pleura.

Cairan ini sering berwarna kekuningan jernih atau serous, dan dapat menekan paru sehingga menyebabkan sesak napas.


Gejala TB Pleura

Gejala TB Pleura bisa muncul perlahan atau tiba-tiba, tergantung pada banyaknya cairan yang terkumpul.
Beberapa gejala yang umum antara lain:

  1. Sesak napas (dispnea) — akibat penumpukan cairan di rongga pleura.
  2. Nyeri dada — terasa tajam dan bertambah saat menarik napas dalam.
  3. Batuk kering — biasanya tidak berdahak.
  4. Demam ringan hingga sedang, seringkali pada sore atau malam hari.
  5. Keringat malam dan penurunan berat badan.
  6. Kelelahan dan nafsu makan menurun.

Jika cairan pleura sangat banyak, dada dapat tampak membesar pada satu sisi dan gerakan pernapasan menjadi tidak seimbang.


Diagnosis TB Pleura

Diagnosis TB Pleura memerlukan kombinasi pemeriksaan klinis, radiologis, dan laboratorium.
Langkah-langkah diagnosis meliputi:

  1. Pemeriksaan Fisik
    Dokter akan mendeteksi adanya penumpukan cairan melalui pemeriksaan ketuk (perkusi) dan dengar (auskultasi) pada dada.
  2. Foto Rontgen Dada (X-ray)
    Menunjukkan adanya efusi pleura, terlihat sebagai daerah putih homogen di satu sisi paru.
  3. USG atau CT Scan Dada
    Membantu menentukan jumlah dan lokasi cairan, serta membedakan antara cairan dan penebalan pleura.
  4. Thoracocentesis (Pungsi Pleura)
    Pengambilan sampel cairan pleura untuk dianalisis:

    • Warna cairan: biasanya kuning jernih (eksudat).
    • Pemeriksaan ADA (Adenosine Deaminase): meningkat (>40 IU/L) menandakan TB.
    • Pemeriksaan sel: dominan limfosit.
    • Tes PCR (GeneXpert) atau kultur: untuk mendeteksi DNA M. tuberculosis.
  5. Biopsi Pleura (Jika Diperlukan)
    Untuk memastikan adanya granuloma khas TB jika hasil cairan belum cukup meyakinkan.


Pengobatan TB Pleura

Pengobatan TB Pleura pada dasarnya sama dengan pengobatan TB paru sensitif obat, yaitu menggunakan regimen OAT (Obat Anti Tuberkulosis) standar.
Durasi pengobatan umumnya 6 bulan, terdiri dari:

  • Fase intensif (2 bulan):
    Isoniazid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), dan Etambutol (E).
    → Disebut regimen HRZE.
  • Fase lanjutan (4 bulan):
    Isoniazid (H) dan Rifampisin (R).
    → Disebut regimen HR.

Jika pasien dicurigai resisten obat, maka perlu dilakukan pemeriksaan sensitivitas dan pengobatan disesuaikan dengan hasil tersebut.

Selain OAT, terapi tambahan dapat berupa:

  • Evakuasi cairan pleura (jika volume cairan banyak dan menyebabkan sesak).
  • Terapi simtomatik seperti antipiretik atau analgesik.
  • Fisioterapi dada untuk mencegah perlengketan pleura (fibrosis).

Komplikasi TB Pleura

Jika tidak diobati dengan baik, TB Pleura dapat menimbulkan komplikasi seperti:

  • Fibrosis pleura (penebalan pleura yang mengganggu ekspansi paru).
  • Efusi pleura berulang.
  • Empiema tuberkulosa (cairan pleura menjadi bernanah).
  • TB paru aktif di kemudian hari.


Pencegahan TB Pleura

Langkah pencegahan TB Pleura sejalan dengan pencegahan TB paru, meliputi:

  1. Vaksinasi BCG pada anak-anak.
  2. Menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  3. Deteksi dini dan pengobatan TB paru aktif, agar tidak menyebar ke pleura.
  4. Menghindari kontak erat dengan penderita TB aktif tanpa pelindung.


Kesimpulan

TB Pleura merupakan bentuk TB ekstraparu yang menyerang selaput paru dan sering menyebabkan penumpukan cairan di rongga pleura.
Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur menggunakan OAT standar.
Deteksi dini, diagnosis yang akurat, serta pengawasan pengobatan menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi dan kekambuhan.