Mythomania: Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya

Mythomania: Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya

Mythomania, atau dikenal juga sebagai pathological lying (kebohongan patologis) dan pseudologia fantastica, adalah kondisi psikologis di mana seseorang memiliki dorongan kuat untuk berbohong secara berulang, berlebihan, dan sering tanpa tujuan yang jelas. Kebohongan yang dibuat bisa tampak masuk akal, tetapi sering kali bersifat fantastis dan sulit dipercaya. Yang membuat kondisi ini berbeda adalah bahwa penderitanya sering tidak sepenuhnya menyadari bahwa mereka sedang berbohong, atau mereka mulai mempercayai kebohongan mereka sendiri.

Mythomania bukan sekadar kebiasaan berbohong, tetapi merupakan kondisi psikologis yang kompleks dan dapat berkaitan dengan gangguan kepribadian atau gangguan mental lainnya.


Pengertian Mythomania

Mythomania merujuk pada perilaku berbohong yang bersifat:

  1. Kronis (terjadi terus menerus),
  2. Kompulsif (dorongan kuat dan sulit dikendalikan),
  3. Tidak proporsional (tidak sebanding dengan situasi),
  4. Tanpa tujuan jelas (tidak selalu untuk keuntungan pribadi).

Berbeda dari pembohong biasa yang berbohong untuk menghindari masalah atau mendapatkan keuntungan, seseorang dengan mythomania sering berbohong bahkan ketika kebohongan tersebut tidak memberikan manfaat apa pun.

Ciri-ciri dan Gejala Mythomania

  • Kebohongan yang Berulang dan Kronis
    Orang dengan mythomania terus-menerus membuat cerita atau informasi palsu dalam berbagai situasi, bahkan yang tidak memerlukannya.
  • Cerita yang Dramatis atau Berlebihan
    Bohongan mereka biasanya bersifat:
    1. Spektakuler,
    2. Penuh dramatisasi,
    3. Terkadang tidak realistis.
  • Berbohong Tanpa Tujuan Jelas
    Banyak kebohongan terjadi bukan untuk menghindari hukuman atau mendapatkan keuntungan, tetapi lebih seperti kebiasaan atau dorongan psikologis.
  • Sulit Mengontrol Kebohongan
    Penderita sering mengatakan bahwa mereka tidak bisa berhenti meski sadar bahwa kebohongan tersebut dapat merugikan.
  • Mulai Mempercayai Kebohongannya Sendiri
    Seiring waktu, beberapa penderita secara psikologis memercayai cerita yang mereka buat.
  • Mencari Perhatian dan Validasi
    Kebohongan bisa digunakan untuk menarik simpati, perhatian, atau pengakuan dari orang lain.
  • Hubungan Sosial yang Kacau
    Karena kebohongan terus menerus, hubungan dengan keluarga, pasangan, atau pekerjaan sering mengalami masalah serius.


Penyebab Mythomania

Hingga kini, penyebab pasti mythomania masih diteliti, namun beberapa faktor yang sering terkait meliputi:

  • Gangguan Kepribadian
    Terutama:
    1. Narcissistic Personality Disorder (NPD) kebutuhan berlebihan akan kekaguman.
    2. Antisocial Personality Disorder (ASPD) manipulatif, ketidakpedulian terhadap kebenaran.
    3. Borderline Personality Disorder (BPD) ketidakstabilan emosi dan identitas.
  • Trauma Masa Kecil
    Pengalaman seperti:
    1. Pengabaian,
    2. Kekerasan emosional,
    3. Rendahnya harga diri,
      bisa menjadi pemicu seseorang menciptakan “realitas baru” dengan berbohong.
  • Rendahnya Rasa Percaya Diri
    Sebagian pembohong patologis berbohong untuk menutupi perasaan kurang atau mencoba terlihat lebih baik dari yang sebenarnya.
  • Perubahan Struktur Otak
    Beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan dengan fungsi abnormal pada area otak yang mengatur impuls dan kontrol diri.
  • Lingkungan dan Pola Asuh
    Tumbuh di lingkungan yang penuh tekanan atau persaingan bisa mendorong seseorang mengembangkan kebiasaan berbohong ekstrem.


Dampak Mythomania dalam Kehidupan

Mythomania dapat menyebabkan berbagai konsekuensi jangka panjang, seperti:

  1. Hilangnya kepercayaan dari orang lain
  2. Hubungan interpersonal yang rusak
  3. Masalah di lingkungan kerja
  4. Kesulitan membangun identitas diri
  5. Gangguan kesehatan mental yang lebih parah

Pada beberapa kasus, mythomania juga dapat menyebabkan masalah hukum.


Diagnosis Mythomania

Mythomania tidak memiliki kriteria diagnosis formal dalam DSM-5 atau ICD-10, tetapi dapat dinilai oleh psikolog atau psikiater melalui:

  1. Wawancara Klinis
    Untuk memahami pola kebohongan, intensitas, dan dampaknya pada kehidupan pasien.
  2. Riwayat Psikologis dan Lingkungan
    Termasuk pengalaman masa kecil, hubungan sosial, dan kondisi mental lainnya.
  3. Pemeriksaan Gangguan Kepribadian
    Karena mythomania sering terjadi bersamaan dengan gangguan kepribadian tertentu.
  4. Observasi Perilaku
    Klinisi menilai konsistensi informasi yang diberikan pasien seiring waktu.


Penanganan dan Pengobatan Mythomania

Tidak ada obat khusus untuk mythomania, tetapi beberapa pendekatan dapat membantu:

  • Psikoterapi
    Adalah metode paling efektif, terutama:
    1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
      untuk mengubah pola pikir yang mendorong kebohongan.
    2. Dialectical Behavioral Therapy (DBT)
      untuk mengelola emosi dan impuls.
    3. Psychodynamic Therapy
      menggali penyebab mendasar seperti trauma atau kurangnya rasa aman.
  • Terapi Individu dan Kelompok
    Untuk belajar mengenali perilaku bohong dan menggantinya dengan komunikasi yang sehat.
  • Pengobatan Farmakologis
    Bukan untuk mythomania secara langsung, tetapi untuk:
    1. Depresi,
    2. Kecemasan,
    3. Impulsivitas,
      yang mungkin menyertainya.
  • Dukungan Keluarga
    Penting untuk memahami kondisi pasien dan membangun kembali kepercayaan.

Bisakah Mythomania Disembuhkan?

Mythomania bisa dikelola, tetapi membutuhkan:

  1. Kesadaran diri,
  2. Motivasi untuk berubah,
  3. Terapi jangka panjang,
  4. Lingkungan yang mendukung.

Perubahan tidak terjadi secara instan, tetapi dengan penanganan yang tepat, penderita dapat belajar mengontrol kebohongan dan menjalani hidup lebih stabil.


Kesimpulan

Mythomania adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan dorongan kompulsif untuk berbohong secara kronis, sering tanpa tujuan jelas. Kondisi ini berbeda dari kebiasaan berbohong biasa karena bersifat mendalam, terkait dengan masalah psikologis kompleks, dan dapat merusak kehidupan sosial penderitanya. Penanganan utama adalah melalui psikoterapi, dukungan lingkungan, dan pengelolaan gangguan psikologis yang menyertai.

Jika Anda atau orang yang Anda kenal menunjukkan gejala mythomania, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental.